• Keluarga Pacar R Tak Gentar Dilaporkan Polisi

    Madiun, Madiunonline.com Ancaman terhadap siswa SMA Nglames berinisial E (16) yang diduga menghamili R yang juga pacarnya, siswi SMKN 2 Kota Madiun yang melahirkan bayi perempuan usai Ujian Akhir Semester (UAS), tak membuat gentar keluarganya.

    Keluarga E menyerahkan teka-teki siapa yang menghamili anak tunggal berinisial Y (40) dan S (38), sepenuhnya terhadap polisi. Ibu kandung E berinisal Ny K (39) yang ditemui detiksurabaya.com di rumahnya Desa Sawahan tidak berkomentar banyak, meski tidak mempercayai jika anaknya menghamili R.

    “Saya belum percaya jadi saya serahkan sepenuhnya ke Polres Madiun, mas tanya aja ke polres saya gak mau komentar banyak,” kata ibu E dengan nada ketus, Jumat (17/12/2010).

    Ny K menambahkan jika dirinya, suami dan anaknya sudah diperiksa di Polres Madiun, Kamis (16/12/2010) malam. Wanita yang sehari-hari berprofesi penjual ayam panggan menampik jika anaknya telah melarikan diri. “Tidak ada yang melarikan diri,” kata Ny K sembari melirik anaknya, E yang sedang asyik makan di depan tv.

    Dari pantauan, E tampak lahap makan di depan tv tanpa ada beban sama sekali. Dia juga tampak duduk santai di ruang keluarga.

    Sebelumnya, R warga Desa Rejosari Kecamatan Sawahan melahirkan usai menjalani usai Ujian Akhir Semester (UAS) pukul 09.00 WIB, Kamis (16/12/2010). R melahirkan bayi perempuan di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

    Selanjutnya R dirawat di Puskesmas Banjarejo dan anaknya dibawa ke RSUD Dr Soedono Madiun, karena kondisinya prematur. Namun bayi yang belum diberi nama tersebut meninggal dunia dini hari tadi pukul 03.00 WIB.


    Share and Enjoy:
    • Twitter
    • RSS
    • Google Bookmarks
    • LinkedIn
    • Facebook
    Print halaman ini Print halaman ini

    Tags:
    Statistik iklan: 333 kali total dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Komentar Pembaca



* Madiun Online menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Madiun Online berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.