• Merokok Sambil Tiduran, Pemuda Tewas Terbakar

    Ngawi, Madiunonline.com – Diduga terbakar akibat tersulut puntung rokok yang membakar seisi kamarnya, seorang pemuda asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, tewas terpanggang di dalam kamarnya. Nasib tragis ini dialami Hasanudin, 30 tahun, warga Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

    Peristiwa ini diketahui warga sekitar rumah korban Senin pagi tadi, 3 Oktober 2011. Warga sempat mendengar korban minta tolong dan melihat api yang berasal dari kamar korban. Namun nahas, nyawa korban tak tertolong. Saat itu korban hanya tinggal sendiri dan orang tua korban kebetulan sedang tidak berada di rumah.

    Warga akhirnya melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor Paron. Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari hasil olah TKP tidak ditemukan ada unsur kesengajaan atau unsur penganiayaan pada tubuh korban,” jelas Kepala Kepolisian Sektor Paron Ajun Komisaris Polisi Sukisman. Ia mengimbau agar masyarakat, terutama perokok aktif, berhati-hati saat merokok.

    Pemicu kebakaran diduga akibat kebiasaan korban yang merokok sambil tiduran. Diduga puntung rokok yang masih menyala menyambar selimut dan kasur di kamar korban. Sedangkan korban diduga tertidur pulas hingga tak mengetahui kebakaran yang terjadi.

    “Dia memang perokok aktif dan sering merokok sambil tiduran,” kata salah satu kerabat korban, Samsuri. Pihak keluarga terkejut mendapati anggota keluarganya tewas. Namun, pihak keluarga menerima takdir yang terjadi dan siang ini korban dimakamkan di pemakaman desa setempat.


    Share and Enjoy:
    • Twitter
    • RSS
    • Google Bookmarks
    • LinkedIn
    • Facebook
    Print halaman ini Print halaman ini

    Tags: ,
    Statistik iklan: 180 kali total dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Komentar Pembaca



* Madiun Online menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Madiun Online berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.