-
Pendaki Gunung Lawu Ditemukan Meninggal
Magetan, Madiunonline.com Seorang pendaki Gunung Lawu yang dinyatakan hilang sejak 28 Maret 2011, Otok Suryanto, 27, ditemukan oleh warga, menggantung diri di sebuah pohon di sekitar puncak gunung setempat, Kamis (7/4).
“Korban ditemukan oleh seorang warga Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, bernama Sular, Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. Waktu itu, Sular sedang naik gunung guna mencari tanaman untuk bahan racikan jamu. Ia kaget karena di atasnya terlihat ada orang yang tergantung di pohon di dekat jurang,” ujar Kapolres Magetan AKBP Awi Setiyono.
Menurut dia, berdasarkan penuturan Sular, korban Otok Suryanto (bukan Supriyadi), tergantung di pohon cemara dengan menggunakan tali tas gunungnya (carier) sepanjang lima meter yang dililitkan di pohon. Posisi korban saat tergantung, adalah kaki dan tangan lurus serta menghadap ke timur. Sepatu sebelah kiri korban juga terlepas dari kakinya.
“Sular langsung melaporkan temuannya ke tim SAR gabungan yang saat itu masih mencari korban. Jika melihat dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan, korban dipastikan adalah Otok Suryanto, pendaki asal Dusun Nano, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, yang hilang sejak 11 hari yang lalu,” tutur AKBP Awi Setiyono.
Kapolres menjelaskan, meski telah ditemukan sejak Kamis pagi, namun jenazah korban belum dapat dievakuasi. Hal ini mengingat, lokasi tempat ditemukannya cukup sulit. Yakni berada di bibir jurang yang tidak jauh dari puncak Gunung Lawu. Selain itu, kondisi Gunung Lawu yang berkabut tebal, membuat tim SAR gabungan sulit melakukan proses evakuasi jasad korban .
“Tim evakuasi sebetulnya sudah berangkat naik ke lokasi ditemukannya korban, begitu ada laporan masuk. Sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB tadi, sudah ada tiga tim yang naik dengan jumlah total personel sebanyak 41 orang. Namun, karena sulitnya medan dan cuaca yang buruk, evakuasi terhadap jasad korban belum dapat dilakukan,” papar Awi.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari tim SAR Magetan, Satuan Petugas Tanggap Bencana (Tagana) Magetan, dan komunitas pecinta alam dan pendaki Anak Gunung Lawu (AGL), dan Polres setempat, berencana mengevakuasi jasad korban pada Jumat (8/4) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Diperkirakan sebelum shalat Jumat, jasad korban telah berhasil dibawa ke pos pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.
Otok Suryanto dinyatakan hilang sejak melakukan pendakian di Gunung Lawu pada Jumat (25/3). Otok izin naik gunung melalui Pos Pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur, selama dua hari. Namun, hingga waktu yang ditentukan, Senin (28/3), korban tidak kunjung turun.
Sebelumnya, proses pencarian korban juga terkendala cuaca buruk yang melanda Gunung Lawu. Jalur pendakian Gunung Lawu juga ditutup untuk untuk memudahkan pencarian korban dan alasan cuaca buruk.
Hingga kini, belum diketahui motif gantung diri korban. Polisi masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk mengetahui apakah korban murni melakukan bunuh diri atau ada tindak kekerasan lainnya.
Print halaman ini
Tags: Berita di Magetan, Berita update
Statistik iklan: 308 kali total dilihat, 1 kali dilihat hari ini





